Apa Itu Kata Imbuhan?
Kata imbuhan adalah bunyi yang ditambahkan pada sebuah kata dasar, baik di awal, di akhir, di tengah atau gabungan di antara ketiganya untuk membentuk kata baru, sehingga berhubungan dengan kata pertama.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, imbuhan berarti bubuhan (yang berupa awalan, sisipan, akhiran) pada kata dasar untuk membentuk kata baru; afiks.
Imbuhan berasal dari kata dasar imbuh. Artinya, tambahan tidak banyak. Imbuhan mendapat surfiks atau akhiran -an di akhir. Dalam Bahasa Indonesia, imbuhan juga disebut sebagai afiks yang menjadi unsur penting dalam mengubah bentuk kata, jenis kata dan maknanya.
Selain itu, imbuhan dapat juga diartikan sebagai bentuk linguistik di dalam suatu kata merupakan unsur langsung, yang bukan kata maupun pokok kata. Imbuhan mengubah leksem menjadi kata yang mempunyai arti lengkap, seperti memiliki subjek, predikat dan objek. Proses pemberian imbuhan itulah yang disebut afiksasi.
Misalnya kata dasar minum, yang akan berubah makna bila diberi imbuhan -an di akhir kata menjadi “minuman”. Karena, minum merupakan bentuk kata kerja dan minuman merupakan bentuk kata benda yang Artinya pasti berbeda
Definisi Imbuhan Menurut Para Ahli
1. Kridalaksana (2009:28-31)
Kridalaksana mengatakan imbuhan adalah proses yang mengubah leksem menjadi kata kompleks. Ia mendeskripsikan imbuhan sebagai proses atau hasil penambahan afiks atau imbuhan pada dasar.
2. Richard dalam Putrayasa (2008:5)
Menurut Richard, afiksasi atau pengimbuhan adalah proses pembentukan kata dengan membubuhkan afiks atau imbuhan pada bentuk dasar, baik bentuk dasar tanggal maupun kompleks.
3. Ramlan (1987:49)
Ramlan juga mengatakan bahwa proses afiksasi sebagai proses pembubuhan afiks atau imbuhan. Menurut Ramlan, satu satuan yang dibubuhkan afiks atau imbuhan disebut bentuk dasar.
Fungsi Kata Imbuhan
Imbuhan berfungsi untuk mengubah kata dasar menjadi kata benda, kata sifat hingga kata kerja. Misalnya, kata dasar “batu” bisa menjadi kata sifat bila mendapatkan imbuhan mem- atau “membatu”.
Berikut ini beberapa fungsi imbuhan yang harus dipahami penulis, antara lain:
1. Membentuk Kata Benda
Kata benda adalah kata yang mengaku pada benda, manusia, binatang dan konsep. Kata benda ini sangat penting dalam sebuah kalimat, karena digunakan sebagai subjek.
Adapun ciri-ciri kata benda, biasanya berfungsi sebagai subjek, obejk dan pelengkap bila predikatnya kata kerja, diikuti kata sifat dan tidak bisa diingkatkan dengan kata tidak.
Kata imbuhan yang biasanya dibutuhkan untuk mengubah kata dasar menjadi kata benda, seperti pen-, pe-, per-, ke-, -isme, -wan, -sasi, -tas, pen-an, pe-an, per-an, dan ke-an. Misalnya, perkantoran (per-an) dan wartawan (-wan).
Contoh kata benda dalam sebuah kalimat adalah
Makanan yang dimasak itu untuk korban gempa.
Pria tampan itu seorang pelukis terkenal di Indonesia.
Andi membawa banyak makanan untuk perbekalan selama perjalanan.
2. Membentuk Kata Kerja
Kata kerja adalah kata yang digunakan untuk menjelaskan suatu perbuatan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang. Kata kerja memiliki ciri-ciri, meliputi fungsi Utama sebagai predikat, bermakna sebagai proses atau keadaan, bermakna sebagai keadaan dan tidak bisa digabungkan dengan adverbial.
Imbuhan yang biasanya digunakan untuk membentuk kata kerja, seperti me-, mem-, ber-, per-, ter-, di, -kan, ter-kan, dan di-i. Misalnya, menari, berkuda atau bernyanyi.
Contoh kata kerja dalam sebuah kalimat, sebagai berikut
Ibu membakar sampah di belakang rumah.
Budi memukul Anton dengan sangat keras.
Pak Raden berlari setiap pagi.
3. Membentuk Kata Sifat
Kata sifat atau adjektiva adalah kata yang digunakan untuk mengubah kata benda atau kata ganti sehingga membuatnya menjadi lebih spesifik. Kata sifat bisa menjelaskan tentang kuantitas, kecukupan, urutan, kualitas dan menekankan suatu kata.
Kata sifat memiliki ciri-ciri yang bisa mempermudah pemahaman, seperti bisa ditambahkan dengan kata keterangan pembanding, kata keterangan penguat, bisa diulang dan bisa diingkari dengan kata tidak.
Imbuhan yang biasanya digunakan untuk membentuk kata sifat, meliputi –i, -wi,-iah, ter-, -er, -al, -ik, dan –is. Misalnya, agamis, manusiawi, duniawi atau ilmiah.
Contoh kata sifat dalam sebuah kalimat, seperti:
Anton adalah orang yang sangat tidak manusiawi dengan pembantunya.
Citra merupakan murid terpandai di kelasnya.
Aderai adalah petinju terkuat di antara rekan-rekannya.
4. Membentuk Kata Bilangan
Kata bilangan adalah kata yang digunakan untuk menghitung jumlah wujud (orang, binatang atau barang), urutan dalam suatu rangkaian angka. Posisi kata bilangan biasanya sebelum kata benda untuk memberikan keterangan yang berhubungan dengan jumlah.
Jenis-jenis kata bilangan meliputi kolektif, distributif, klitika, tak tentu, ukuran, tingkat dan pecahan. Kata bilangan ini juga sering disalahartikan sebagai kata keterangan atau kata sifat karena fungsinya yang hampir sama dalam sebuah kalimat.
Padahal, kata bilangan cukup spesifik menggunakan satuan jumlah atau angka. Sedangkan imbuhan yang biasa digunakan untuk membentuk kata bilangan, seperti se-, ke, ber- dan masih banyak macamnya. Misalnya, ketiga, sepuluh, berlima, kedua dan lainnya.
5. Membentuk Kata Keterangan
Kata keterangan adalah kata yang digunakan untuk memberikan keterangan dalam suatu kalimat, baik keterangan tempat, waktu, alat, sebab akibat dan lainnya.
Kata keterangan ini berfungsi memberi penjelasan mengenai kata sebelum atau sesudahnya dalam satu kalimat. Tapi, perlu diingat kalau kata keterangan ini berisi satu kata, bukanlah bentuk frasa maupun klausa.
Imbuhan yang biasanya digunakan untuk membentuk kata keterangan, meliputi di, se-nya ; -nya ; -an. Misalnya, sepertinya, habis-habisan, seindah-indahnya dan lainnya.
Contoh kata keterangan dalam suatu kalimat, seperti:
Faisal menjadi juara pertama lomba lari di sekolah.
Raisa membeli baju baru untuk lebaran kemarin.
Ibu Naufal akan sangat bangga seandainya anaknya menang lomba matematika.
Jenis-Jenis Imbuhan
1. Imbuhan Berdasarkan Posisinya
Kata imbuhan berdasarkan posisinya terbagi menjadi empat, yaitu prefiks (awalan), sufiks (akhiran), infiks (sisipan) dan konfiks (gabungan awalan dan akhiran). Setiap posisi kata imbuhan ini akan memberikan makna yang berbeda.
a. Prefiks (Awalan)
Prefiks adalah jenis imbuhan yang letaknya di awal kata dasar, seperti meng-, ter-, ber-, ke-, per-, peng-, meng-, memper- dan lainnya. Contoh imbuhan awalan adalah beranak, pengerat, melamar, tertutup, dibaca, serumah dan lainnya.
b. Sufiks (Akhiran)
Sufiks adalah jenis imbuhan yang letaknya di akhir kata dasar, seperti -an, -kan, -nya dan -i. Contoh imbuhan akhiran adalah timbangan, panaskan, beresi, bajunya, lamaran dan lainnya.
c. Infiks (Sisipan)
Infiks adalah imbuhan yang letaknya disisipkan di tengah kata dasar adalah -em-, -el-, -in-, -er- dan -eh-. Contoh imbuhan sisipan adalah melaju, temali, seruling dan lainnya.
d. Konfiks (Gabungan awalan dan akhiran)
Konfiks adalah imbuhan yang terletak di awal dan akhir kata dasar dan biasanya juga disebut simulfiks, seperti ke-an, per-an, ber-an, di-i, di-kan, peng-an, ke-an, memper-i, memper-kan, me-kan. Contoh imbuhan konfiks meliputi:
ketakutan
perkotaan
seandainya
berduaan
2. Imbuhan Berdasarkan Penggunaannya
Kata imbuhan berdasarkan frekuensi penggunaannya terbagi menjadi dua, yakni imbuhan produktif dan imbuhan tak produktif. Imbuhan produktif adalah imbuhan yang mempunyai frekuensi penggunaan tinggi, seperti se-, ber-, meng-, peng-, per-, dan lainnya.
Sedangkan, imbuhan tak produktif adalah sebuah imbuhan yang mempunyai frekuensi penggunaan rendah, seperti -em, -el, -wati, -is, -er, dan lainnya.
3. Imbuhan untuk Serapan Bahasa Asing
Imbuhan juga ada yang merupakan serapan dari Bahasa asing, seperti -I, -man, -wan, -wati, -iyah, -is, -sasi dan -isme. Imbuhan tersebut di antaranya sebagai berikut:
a. Imbuhan Bahasa Arab
Imbuhan Bahasa Arab fungsinya sebagai pembentuk atau penanda kata sifat, seperti -ah dan -i. Contoh :
manusiawi
alamiah
alami
b. Imbuhan Bahasa Sanskerta
Imbuhan Bahasa Sanskerta fungsinya sebagai pembentuk kata benda, seperti -man, -wan dan -wati. Contoh imbuhan bahasa Sanskerta:
budiman
wartawan
pragawati
c. Imbuhan Bahasa Inggris
Imbuhan Bahasa Inggris fungsinya sebagai pembentuk kata sifat, seperti -an, -en, -is, -if dan -al. Contoh imbuhan Bahasa Inggris, seperti
imigran
presiden
egois
deskriptif
formal
Makna Kata Imbuhan
Makna pengimbuhan pasti berhubungan dengan fungsi semantik pada suatu bentuk yang kompleks. Karena, penggunaan imbuhan bisa mengubah makna dari kata dasar. Berikut ini contoh makna dari kata dasar yang diberi imbuhan, antara lain:
1. Perfiks
a. Makna imbuhan awalan “ber-“
Kata imbuhan di awal kata dasar yang menggubakan “ber-” bisa memiliki makna, seperti menjadi, memiliki, dalam kondisi, jumlah dan menheluarkan.
Contoh dari masing-masing makna imbuhan “ber-” tersebut, antara lain:
berpisah (bermakna menjadi)
berteman (bermakna memiliki)
berduka (bermakna tentang suatu kondisi)
bertiga (bermakna jumlah)
berbau (bermakna mengeluarkan)
b. Makna imbuhan awalan “ke-“
Imbuhan di awal kata yang menggunakan “ke-” bisa memiliki makna tingkatan, seperti kedua, ketiga dan kelima.
c. Makna imbuhan awalan “se-“
Imbuhan “se-_ di awal kata dasar bisa memiliki makna sebuah bilangan, seluruh, melakukan bersama-sama, satu atau tanggal, setara dan waktu. Contohnya makna imbuhan “se-” di awal kata, seperti
seratus (bilangan)
sekantor (seluruh orang yang tanggal)
seperjuangan (usaha yang dilakukan bersama-sama)
sebuah (satu)
setinggi (kesetaraan)
sebelum (menyatakan waktu)
d. Makna imbuhan awal “pe-“
Imbuhan “pe-” di awal kalimat bisa berubah bentuk menjadi per-, peny-. atau pel- yang menyesuaikan dengan bentuk kata dasarnya. Penggunaan awalan “pe-” ini bisa bermakan profesi, tindakan, sifat, alat, Sebab, satuan hitung dan kata kerja.
Contoh kata dasar dengan imbuhan “pe-” di awal, seperti
pelajar (profesi)
penjual (suatu tindakan)
pemalas (sifat)
penggaris (alat tulis)
pemanis (sebab)
perkilogram (satuan hitung)
permainan (kata kerja)
E. Makna imbuhan awal “ter-“
Penggunaan imbuhan “ter-” di awal kata dasar bisa memiliki makna paling, sudah, tidak sengaja, mendadak atau hasil dari sebuah tindakan. Contoh penggunaan imbuhan “tes-” di awal kata, seperti
tercantik (bermakna paling)
terlihat
terbawa (tindakan tak disengaja)
tertidur (tindakan mendadak)
tercemar (hasil dari sebuah tindakan)
2. Sufiks
a. Makna imbuhan akhiran “-i”
Imbuhan “-i” di akhir kata dasar bisa memiliki makna kata kerja. Contoh penggunaan imbuhan “-i” di akhir ata dasar, seperti awali, akhiri dan jauhi.
b. Makna imbuhan akhiran “-kan”
Imbuhan “-kan” di akhir kata dasar bisa memiliki makna kata kerja, menjadi sesuatu dan melakukan sesuatu. Contoh penggunaan imbuhan “-kan” di akhir kata dasar, seperti
membersihkan (kata kerja)
tuntaskan (menjadi sesuatu)
ambilkan (tindakan melakukan sesuatu)
c. Makna imbuhan akhiran “-nya”
Penggunaan imbuhan “-nya” di akhir kata dasar bisa memiliki makna sesuatu yang telah terjadi, kepemilikan, kondisi yang sedang dilalui, pernyataan, penunjuk dan tingkatan. Contoh kata dasar dengan imbuhan “-nya”, seperti
jalannya (sudah terjadi)
bukunya (kepemilikan)
tenangnya (kondisi yang sedang dialami)
selamanya (pernyataan)
warnanya (penunjuk)
sekaya-kayanya (tingkatan)
3. Infiks
a. Makna imbuhan sisipan “-el-“
Imbuhan “-el-” yang disisipkan di tengah kata dasar bisa membentuk makna kata kerja dan kata benda. Contoh imbuhan “-el-” di tengah kata dasar, seperti melaju (kata kerja) dan telapak (kata benda).
. Makna imbuhan sisipan “-er-“
Penggunaan imbuhan “-er-” yang disisipkan di tengah kata dasar bisa membentuk makna kata benda. Contoh imbuhan “-er-” di tengah kata dasar, seperti kerudung, seruling dan lainnya.
c. Makna imbuhan sisipan “-em-“
Imbuhan “-em-” yang disisipkan di tengah kata dasar bisa membentuk makna kata sifat. Contoh imbuhan “-em-” di tengah kata dasar, seperti gemetar, kemilau atau semilir.
d. Makna imbuhan sisipan “-in-“
Penggunaan imbuhan “-in-” di tengah kata dasar bisa membentuk makna kata kerja. Contoh imbuhan “-ei-” di tengah kata dasar, seperti kinerja atau sinambung.
4. Konfiks
a. Makna imbuhan “se-nya”
Pengunaan imbuhan “se-nya” di awal dan akhir kata dasar bisa bermakna sebagai tingkatan, waktu atau contoh. Contoh penggunaan imbuhan “se-nya” pada kata dasar, sepandai-pandainya (tingkatan) dan setibanya (waktu).
b. Makna imbuhan “pe-an”
Pengunaan imbuhan “pe-an” di awal dan akhir kata dasar bisa bermakna sebagai cara, tempat dan alat. Contoh penggunaan imbuhan “pe-an” pada kata dasar, meliputi pengiriman (cara), perumahan (tempat) dan penglihatan (alat).
c. Makna imbuhan “ber-an”
Imbuhan yang terletak di awal dan akhir kata dasar, seperti “ber-an” ini bisa membentuk makna saling dan perbuatan yang dilakukan banyak orang. Contoh imbuhan di awal dan akhir kata dasar menggunakan “ber-an”, meliputi, berpandangan (saling) dan berhamburan (perbuatan).